Sistem Informasi saat ini telah menjadi kepentingan bagi setiap organisasi pemerintah dalam
membantu kegiatan operasionalnya. Melalui Sistem Informasi, berbagi akses informasi dan data antar
organisasi pemerintah merupakan kebutuhan utama dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Hampir setiap organisasi pada instansi pemerintah memiliki kegiatan yang saling terkait satu dengan
lainnya, sehingga diperlukan Interoperabilitas antar Sistem Informasi pada tiap organisasi. Namun karena
kurangnya perhatian tiap organisasi pemerintah untuk berbagi akses informasi dan data serta belum adanya
model Interoperabilitas antar Sistem Informasi yang dijelaskan secara eksplisit dalam kebijakan pemerintah
melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-
Government maupun pada Blueprint (Cetak-Biru) Sistem Aplikasi e- Government, maka penerapan
Interoperabilitas belum bisa terlaksana pada setiap pengembangan Sistem Aplikasi e-Government
berdasarkan studi kasus Sistem Informasi Kependudukan dan Perpajakan.
Penelitian ini diawali dengan proses pengumpulan dan pengolahan data literaturyang dibutuhkan untuk
mendapatkanarahan, metode dan model arsitektur dasar interoperabilitas. Model arsitektur yang menjadi
dasar interoperabilitas sistem informasi tersebut adalah model Web Services dengan metode Representation
State Transfer (REST). Melalui Model Web Service ini kebutuhan interoperabilitas antar sistem informasi
perpajakan dan kependudukan dipetakan berdasarkan keterkaitan skema data wajib pajak dan penduduk,
sehingga menghasilkan model interoperabilitas antar sistem informasi kependudukan dan perpajakan.
Dalam perancangannya metode REST menggunakan model arsitektur berorientasi pada sumberdaya
informasi atau umumnya disebut Resources Oriented Architecture (ROA). Hasil rancangan tersebut
diimplementasikan melalui pemrograman Web dengan menggunakan bahasa preprosesor PHP dan database
MySQL.
Untuk mengetahui proses interoperabilitas antar sistem informasi tersebut, maka dilakukan pengujian
proses pengambilan data antar kedua sistem informasi yang berbeda platform database dan lokasi secara
fisik. Dengan adanya penelitian ini diharapkan model yang dihasilkan secara generik dapat menjadi
rekomendasi untuk pengembangan sistem aplikasi e-Government.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar